Anakku adalah inspirasiku
Terkadang kita lupa bahwa anak kita adalah sumber inspirasi, jalan keluar dari masalah yang sedang kita hadapi, obat stress yang mujarab. Beberapa hal yang sangat-sangat mendasar yang dimiliki seorang anak (yang terkadang kita tidak menyadarinya):
- Pantang Menyerah. Saya perhatikan sendiri ketika anak saya belajar berjalan, untuk bangkit untuk berdiri dengan susah payah, kemudian mulai melangkah. Dia tak pernah berpikiran “klo jatuh pasti sakit ya, atau mungkin bisa bentur tembok pasti benjol”, yang dia pikirkan adalah “bagaimana caranya saya bisa mengambil apa yang saya inginkan!”
- Tidak ada kata “dendam” dalam pikirannya atau dihatinya. Ketika si anak melakukan sesuatu yang berbahaya (karena anak memang senang bereplorasi /melakukan hal-hal baru) atau si anak yang selalu mencari perhatian ayah ibunya. Terkadang hal-hal sepele semacam itu membuat kita jengkel (karena kita sedang sibuk mengerjakan sesuatu, misalnya). Kita marahi si anak, dia menangis tersedu-sedu… tak lama berselang, ketika tangisnya mulai reda si anak mulai lagi mendekati kita, menanyakan ini-itu (“…apa sih yang sedang ayah/ibu kerjakan…” katanya), dll. Coba kita lihat matanya yang jernih, polos, tidak ada terbersit sekalipun bekas ‘luka’ (baca: dendam), karena sudah kita marahi tadi.
- Peniru ulung. Si kecil itu ibarat komputer baru dibeli, booting-nya masih super cepet, harddisk-nya juga masih kosong, jadi apapun yang kita input akan cepat disimpan dengan sempurna. Maka dari itu, semua pembicaraan, tingkah laku, sikap akan ditiru oleh anak-anak kita lho.. Sekalipun kita sedang tidak sadar. O..iya, mereka juga melihat bukan hanya dari kita saja (orang terdekatnya), tapi orang lain disekitarnya, tontonan televisi, dll. Jadi, jaga semua tingkah laku, pembicaraan, dan tontonan televisi anak-anak kita, untuk membentuk sikapnya sejak dini. Memang sih.. untuk semua yang dari luar (baik tontonan ataupun tingkah laku orang lain) tidak bisa kita atur, jadi kita hanya bisa mendampingi untuk memberikan penjelasan kepada si kecil.
Beberapa saran yang mungkin berguna untuk membentuk sikapnya sejak kecil, selain yang sudah disebutkan di atas, antara lain:
- Anak kita adalah sahabat terbaik kita. Sahabat adalah orang yang selalu dihati kita, sahabat adalah seseorang yang akan selalu hadir ketika kita sedih maupun senang, suka/duka. Mereka adalah selalu ada jika kita butuhkan. Kita akan selalu terbuka kepadanya, mereka tahu semua tentang kita, segala hal kita ceritakan kepadanya. Nah.. khusus untuk anak kita, tidak semua hal diceritakan, sesuaikan dengan umurnya dan gunakan bahasa yang baik dan mudah dimengerti.
- Ajak bicara segala hal yang menyenangkan. Sekalipun dia masih bayi/kecil ajak mereka bercakap-cakap, bercerita pengalaman menyenangkan yang baru saja kita alami, dia akan terlatih untuk mendengar dan merekam semua yang kita sampaikan, sehingga menambah perbendaharaan kosakatanya. Ingat!! Jangan bercerita ataupun berbicara dengan bahasa yang cedal/dibuat-buat, karena dia akan menirunya.
- Jangan dimarahi tapi diarahkan. Anda tentunya tahu bahwa sikecil adalah mahluk yang sangat pandai membuat jengkel kita dan menguji kesabaran kita, dan bila itu terjadi berusahalah (dengan keras) untuk tidak memarahinya.
- Biarkan si kecil berekplorasi (menjelajah) dengan dunianya. Dunia mereka adalah dunia yang penuh dengan imajinasi kreatif. Ingin selalu mencoba hal-hal yang baru, sekalipun hal tersebut sudah jelas-jelas kita larang karena mungkin berbahaya. Misalnya, biasanya anak kecil selalu ingin memakan apapun yang dipegang atau dilihatnya. Suatu ketika anak saya bersikeras ingin memakan cabe, padahal sudah kita beritahu “Jangan dimakan nak..karena cabe itu pedas“. Mungkin karena dia belum pernah merasakan/mengerti apa itu pedas, dia tetap ingin memakannya. Saya biarkan dia memakannya dan tentunya dia kepedasan. Akhirnya sejak saat itu dia tidak pernah memakan cabe, sekalipun kita tidak melihatnya.
- Jangan mencari kambing hitam atas kesalahan yang dilakukannya sendiri. Terkadang ketika anak kita jatuh dan menangis kita akan berkata “wah..kodoknya nakal ya..” atau “wah.. lantainya yang nakal ya..“. Itu baik untuk menghibur dia sementara, tapi jangka panjang dia akan terbiasa menyalahkan hal atau orang lain atas kesalahan yang dilakukannya sendiri. Beritahu saja baik-baik bahwa “adek harus hati-hati bila berjalan, jangan terburu-buru..” misalnya.
Biarkan dia mengenal dunianya dan jangan terlalu banyak larangan ini dan itu, berikan kebebasan dengan tentunya dampingi dia dalam mengenal dunia sekitarnya. Jawab pertanyaan-pertanyaannya dengan bijak dan sabar dengan bahasa yang mudah dimengerti olehnya, karena jika tidak mengerti dia akan mengulang kembali pertanyaan yang sama kepada kita. Berikan selalu kasih sayang, perhatian dan disiplin sejak dini.
Kita pasti ingin selalu memberikan yang terbaik untuk anak kita. Kita tidak bisa selalu mengawasinya, dia akan menentukkan sendiri jalan hidupnya. Kita hanya bisa mengajarkan dasarnya.
Ok.. sementara ini dulu, saya tunggu komentar dan sharing dari teman-teman semua..




Anak adalah anugerah dan amanah terindah yang kita miliki… jadi iri nih mas .. ingin berkeluarga
Salam buat puterinya ya… Nasehat dan pengalamannya bagus sekali mas… bisa jadi bekal buat saya…
ok mas. Diniati saja, Allah swt akan menunjukkan jalannya. Terima kasih
Terimakasih informasinya.
Salam juga buat anaknya Mas, semoga Allah SWT berkenan menjadikannya muslimah yang bertaqwa kepada Allah SWT dan rahmatan lil’alamiin.
Oh, yaa… salah satu sifat anak yang indah adalah, gemar memberi.
Oleh karema itu, sudah saatnya Mas memberi informasi tentang keindahan cahaya Islam pada kita-kita (blogger). Caranya dengan menghidupkan lagi blog ini pada tahun 2009 hingga akhir zaman….
Untuk berbagi informasi silahkan mampir ke “Sosiologi Dakwah” di http://sosiologidakwah.blogspot.com
he..he.. terima kasih juga Pak Aris atas motivasinya. Tahun 2009 ini saya akan berjuang agar bisa berubah dari tahun2 sebelumnya, berjuang dgn penyakit malas menulis yg selama ini menjangkiti saya, berubah untuk lebih baik…. sampai tujuan tercapai. Merdeka!
Makasuh atas kunjungan ke Blog saya….
“Anakku adalah inspirasiku” Ini adalah kenyataan, dan saya kira semua orang tua yang baik, pasti mengidolakan anaknya.
Anak kitalah yang membuat kita semangat dalam bekerja…… dan yang membuat kita selalu bahagia disaat kita susah….
* Pas kita Capek pulang dari kantor…. dan dia menyambut dengan senyumannya yg ikhlas dan Berkata : “Eh..Papa sudah pulang” …. Rasa capek pun langsung Hilang…..
I Love my Daughter “ANGGIE ANIELA KIRANI”
Salam buat keluarganya Mas…..Semoga Bahagia selalu..Amin
Sama-sama mas bambang, smoga anak-anak kita menjadi anak yang berbakti pada orangtua nya. Amin
Semoga saja seluruh ibu-ibu di Indonesia dapat melakukan hal yang sama seperti tulisan diatas pada anak-anaknya, Amin…..