kenapa Badu belum SUKSES?

Pernahkah sahabat bertanya kepada diri sendiri pertanyaan “kenapa saya belum sukses sampai hari ini?” Kenapa kehidupan saya begini-begini aja ya? Padahal saya sudah ikut seminar motivasi, baca buku-buku pengembangan diri.. apa kira-kira yang menyebabkan hal ini terjadi? Yang dimaksudkan sukses disini adalah sebuah pencapaian antara segala sesuatu yang diharapkan dengan kenyataan/realitas dalam kehidupan.

Inilah sekelumit pertanyaan yang selalu menghantui Badu setiap kali dia melakukan kontemplasi (perenungan). Kontemplasi ini biasanya dilakukan setelah istri tercintanya terkadang jutek, ataupun marah-marah pada buah hati mereka. Misalnya di suatu pagi, biasanya istrinya selalu tenang, tersenyum manis… (semanis teh hangat yang selalu dibuat untuk dirinya setiap pagi), tiba-tiba marah-marah hanya karena anak-anak lelet diajak mandi. “Disuruh mandi kok lamaaanya.. Mau jadi apa kamu!” atau “Mandi diem sini aja, jangan jalan-jalan, jatuh nggludak rasain kamu, baru tau rasa!!” suara istrinya membahana.

Badu adalah sosok orang yang percaya bahwa kata-kata adalah doa, bahwa apa yang kita pikirkan itulah yang akan jadi kenyataan — Dia ingat hukum the law of attraction (LoA). Dia percaya bahwa kata-kata yang diucapkan oleh seseorang (apalagi seorang ibu) adalah harapan dan doa. Ibu seharusnya mengucapkan kata-kata indah & menyejukkan hati. Rrrasanya Badu ingin marah, namun dia teringat kata-kata bukunya bahwa marah tidak akan pernah menghasilkan apapun. Lebih baik menyalakan lilin karena lampu padam daripada mengutuk PLN, toh percuma.. orang-orang PLN juga tidak akan dengar umpatanku.. pikir Badu. Dia harus action, lalu Badu dengan sigap membantu memandikan anak-anaknya.

Badu pikir untuk merubah hidupnya, dia harus ACTION, dia merasa sudah on the right track, tetapi masih ada yang kurang yaitu action. Teringat quote dari Rhenald Kasali bahwa life is about action, not question. Bukan cuma NATO (no action talk only). Ada 101 pertanyaan tentang hidup dan akan selalu muncul pertanyaan lain walaupun kita sudah berhasil menjawabnya, namun bukan itu yang harus dipikirkan. Yang penting lakukan saja! Tapi mulai darimana? (nah lho.. tanya lagi..) Bukankah Lao Tzu bilang “a journey thousand miles must begin with single step ”. Lakukan saja apa yang kamu senangi dan fokus disana. Bukankah hobby yang dibayar adalah pekerjaan yang paling menyenangkan??..

Hal lain yang belum dilakukannya dengan benar adalah FOKUS. Badu selalu semangat ketika memulai sesuatu tapi tidak pernah selesai. Dia tidak SETIA pada tujuan awalnya. Misalnya dia teringat sewaktu kecil, dia semangat sekali ingin membuat mainan sendiri mulai dari mencari bahan bakunya kesana-kemari sampai merakitnya, namun selalu saja “calon” mainan itu setengah jadi, alias tidak selesai. “Perilaku ini perlu diperbaiki..” pikirnya.

Dia teringat sewaktu mengejar cinta calon istrinya dulu.. walaupun merasa ditolak, tetapi dia tetap maju terus pantang mundur. Berbagai macam cerita-cerita non fiksi tentang calon istrinya pun tidak digubrisnya. Berbagai usaha termasuk konsultasi dengan teman dan orang-orang yang menurutnya punya kapabilitas dalam hal “pendekatan” pun dilakukannya. Seperti yang disarankan salah seorang teman bahwa sebelum kita mengungkapkan perasaan terhadap seorang wanita, yang perlu dilakukan adalah membuat “pagar” terlebih dulu, supaya ketika tiba saatnya kita ungkapkan, wanita pujaan hati kita itu akan sungkan/tidak enak untuk menolaknya.. dan memang metode ini berhasil dengan sempurna.. hehe.. (yang dimaksud “pagar” adalah kebaikan/jasa baik). Badu fokus dan setia pada tujuan awalnya, sehingga semua proses (yang sebenarnya tidak mudah) dilaluinya dengan baik.

Satu hal yang masih teringat dengan baik adalah doa yang selalu Badu ucapkan ketika proses pendekatan calon istrinya, adalah “Ya Allah turunkan seleranya, dan kaburkan pandangannya (dalam mencari jodoh)”. Ha..ha… doanya dikabulkan!

Badu sadar bahwa kemampuannya untuk fokus pada HASIL masih kurang, dia hanya fokus pada prosesnya, sehingga mudah lelah. Pada saat “pengejaran” calon istrinya, dia hanya berpikir bagaimana caranya tujuannya tercapai yaitu menikah dengan pujaan hatinya (fokus pada hasil). Jadi sebelum tujuannya tercapai dia tetap fokus dan terus ACTION dan action… karena dengan fokus, kita akan action (berusaha) sepenuh hati. Seperti air mengalir, kesempatan dan ide selalu datang menghampirinya..

Happy nice weekend.. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s